resep masakan

ubud villa

anjingdijual

mesin hotel di puncak
*

Author Topic: Indonesia Tercinta: Instrumen Musik Daerah  (Read 4073 times)

Offline Johanis

  • Hero Member
  • *****
  • Posts: 1.035
    • View Profile
    • Pusat Studi Cellular Automata
Indonesia Tercinta: Instrumen Musik Daerah
« on: January 05, 2010, 08:51:28 am »
Instrumen Musik Daerah

Kebanyakan masyarakat lebih mengenal instrumen musik dari Barat, seperti gitar, keyboard, drum, atau flute dibandingkan dengan alat musik daerah sendiri. Padahal, bangsa Indonesia memiliki ratusan alat atau instrumen dalam bidang musik.

Dari sekian banyak alat musik yang ada, dapat dibedakan dari tingkat kesulitan memainkannya, bahan pembuatannya, dan teknik memainkannya. Jika dilihat dari bahan yang digunakan, alat-alat musik tersebut dari bahan yang berbeda, seperti dari bahan logam, kayu, bambu, tempurung kelapa, tanah liat, daun-daunan, kulit, dan tulang. Adapun jika dilihat dari teknik memainkannya, alat musik ada yang dimainkan dengan cara dipetik, dipukul, ditepuk, ditiup, digoyangkan, dan digesek.

Berikut beberapa nama alat musik yang terdapat di daerah-daerah di Nusantara.

Kendang

Kendang terdapat di Jawa. Kulit bagian kanan dan kiri kendang dari Jawa Tengah ukurannya lebih besar daripada kendang dari Jawa Barat. Kendang ini terdiri atas beberapa macam, yaitu kendang gede, kendang gending, dan kendang bem. Kulit kendang dinamakan tebokan. Tali-tali peregangnya dinamakan suh.

Beberapa kesenian yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur menggunakan alat musik ini, misalnya karawitan, ketoprak, wayang purwa, dan ludruk.

Dog-dog

Merupakan jenis kendang berkulit sebelah yang terdapat di beberapa daerah di Nusantara. Istilah dog-dog dikenal di daerah Jawa Barat. Adapun di daerah lain, alat musik ini dikenal dengan nama gondra (Nias), labu (Pulau Roti), dan gondran (Simalungun, Sumatra Utara).

Gondra yang dikenal di Pulau Nias ada yang berbingkai panjang dengan ukuran berat 150-200 cm. Gondra kecil dinamakan rafai’i. Adapun di Bengkulu alat musik ini dikenal dengan nama tabot dan di Sumatra Barat dikenal dengan nama tabuik. Di Jawa Barat, dog-dog dimainkan untuk mengiringi kesenian reog (lawakan). Cara memainkan alat musik ini dengan menggunakan pemukul atau telapak tangan.

Tifa

Alat musik ini sejenis kendang, berkulit sebelah. Garis tengahnya kurang lebih 50-70 cm. Cara memainkannya dengan disandang. Tifa dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul, kadang pula menggunakan tangan. Tifa banyak terdapat di Papua, Kalimantan Tengah, Nias, dan Maluku.

Kolintang

Alat musik ini berasal dari Minahasa (Sulawesi Utara). Kolintang terdiri atas 14-21 bilah kayu. Alat ini dimainkan dengan cara dipukul dengan alat pemukul khusus. Alat musik ini terdiri atas bagian melodis dan bagian ritmis dengan tangga nada diatonis. Orkes kolintang dipakai untuk mengiringi lagu-lagu daerah, pop, keroncong, maupun lagu Barat.

Kolintang merupakan alat musik yang telah lama ada. Alat musik ini sejak 1984 diperkenalkan kepada masyarakat di daerah luar Minahasa.

Telempong

Telempong merupakan jenis bonang yang terdapat di Sumatra Barat. Alat musik ini diletakkan berjajar di atas kayu bernama telepong duduak. Alat musik ini kadang-kadang dimainkan dengan ditenteng di tangan kiri dan tangan kanan memukulnya. Jenis telempong ini dinamakan telempong pacik.

Serunai

Serunai merupakan alat musik sejenis suling yang pada lubang peniupnya diberi alat lidah getar. Alat musik ini dijumpai di daerah Sumatra Utara, Kalimantan, dan Sulawesi Selatan dengan nama puwi-puwi. Nama lain jenis suling ini adalah jerupai dan buluh perindu. Selain itu, di Kalimantan dikenal klendi dan gerdek, yaitu beberapa pipa bambu yang diikat jadi satu dan berpangkal pada sebuah tempurung berlubang tiup.

Sampek

Sampek merupakan jenis alat musik berdawai tiga yang dimainkan dengan cara dipetik. Alat musik ini terdapat di Suku Dayak (Kalimantan). Alat musik ini dipakai untuk mengiringi tari-tarian daerah setempat.

Rebab

Rebab merupakan alat musik dari Jawa yang dimainkan dengan cara digesek. Alat musik ini dibuat dari kayu, wadah gemanya (resonansi) ditutup dengan kulit. Dawainya ada dua dan di-setem menurut tangga nada pelog atau slendro.

Bagian-bagian rebab, antara lain sebagai berikut
1.      Kupingan, pemutar dawai.
2.      Manur, bagian atas atau disebut kepala rebab.
3.      Palemahan, bagian kaki rebab yang menyentuh tanah.
4.      Jneng, leher rebab.
5.      Rangkung, kayu penggesek rebab.
6.      Yoga, benang penggesek (terbuat dari rambut ekor kuda).

Sumber: Hari Sulastianto dkk, Seni Budaya, Grafindo Media Pratama, 2006

 

Untuk masuk ke forum UPI anda tidak perlu mendaftar, silahkan Login menggunakan akun email UPI (UPImail) Login dengan UPImail

Recomended