resep masakan

ubud villa

anjingdijual

mesin hotel di puncak
*

Author Topic: Dampak Gempa  (Read 8197 times)

Offline shofyan

  • Hero Member
  • *****
  • Posts: 859
  • Mohamad Shofyan
    • View Profile
    • UM
Dampak Gempa
« on: January 19, 2010, 11:10:38 pm »
Jika kita belajar dari gempa-tsunami di wilayah NAD dan Sumut 26 Desember 2004, (http://um.ac.id) bisa  disimpulkan di pusat gempa telah terjadi patahan lempeng bumi yang turun. Pasalnya, para  saksi yang sempat selamat menyebutkan, air laut semula surut besar secara mendadak, (http://ksupointer.com)  namun tak lama kemudian gelombang teramat tinggi berkecepatan luar biasa menerjang  pantai dan masuk sangat jauh ke daratan. Berbeda gejalanya jika di dasar laut terjadi  patahan lempeng yang naik, maka gelombang tsunami langsung muncul.
Sebelum tsunami muncul, biasa terjadi gerakan tanah, getaran kuat, muncul cairan hitam  atau putih dari arah laut. Biasanya juga terdengar bunyi keras, tercium bau garam  menyengat, dan air laut terasa dingin. Jika gempa bumi menimbulkan tsunami,  karakteristik gaya hidrodinamik akibat tsunami dapat memperkirakan analisis secara rinci  terhadap kerusakan struktural bangunan di daerah pantai. Informasi itu sangat dibutuhkan  bagi pengembangan pedoman perancangan sistem struktur bangunan tahan gempa- tsunami.
Beberapa penerapan praktis yang diperkenalkan para pakar yakni: sisi panjang dari struktur  bangunan sedapat mungkin sejajar arah penjalaran gelombang, dan sisi pendek dari  struktur bangunan harus sejajar dengan garis pantai. (http://yan.komputasi.web.id) Gempa bumi memang tak dapat kita  cegah, tetapi kita dapat memprediksi dan melakukan langkah langkah antisipasinya.
Berdasarkan analisis alamiah, gempa besar 28 Maret itu terjadi karena rekahan bumi yang  timbul akibat gempa 26 Desember 2004, maka berarti gempa Nias-Simeulue itu dapat  diprediksikan untuk diantisipasi, lebih-lebih karena arah dan kecepatan lempengan bumi  dapat terukur. Dengan demikian, sebelum terjadi gempa bumi seharusnya pemerintah  sudah melakukan langkah-langkah antisipatif untuk meminimalisasi dampaknya di pulau- pulau tersebut.
Pemerintah harus segera melakukan penelitian yang intensif tentang segala sesuatu terkait  sumber gempa bumi dan tsunami di seluruh wilayah Indonesia. Juga diharapkan menjalin  kerja sama regional dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, dan  Pasifik guna mengembangkan sistem peringatan dini. Bahkan perlu secepatnya melakukan  penyuluhan bencana di berbagai wilayah Tanah Air yang rawan gempa bumi.
Kita juga harus memberdayakan keterlibatan perguruan tinggi. Ilmu geofisika harus  ditempatkan pada level kepentingan yang lebih tinggi dari yang ada sekarang. Jurusan  Geofisika dan Meteorologi di institut teknologi dan universitas-universitas lain, lembaga  penelitian, serta Badan Meteorologi dan Geofisika, kita harapkan terus meningkatkan  kepakarannya. Jika mereka mampu memberikan pemahaman lebih besar tentang masalah  geofisika, khususnya yang terkait kondisi Indonesia, kita akan memperoleh gambaran lebih  utuh tentang perilaku alam yang bisa berulang secara periodik.

Penulis adalah anggota Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI), alumnus ITB. Tinggal di  Depok.

 

Untuk masuk ke forum UPI anda tidak perlu mendaftar, silahkan Login menggunakan akun email UPI (UPImail) Login dengan UPImail

Recomended